Mulailah dimana aku memasuki masa-masa yang tak ada lagi air
yang mengalir sesuai bentuk sungainya. Aku terasa hancur, rumahku roboh, hatiku
karam, pandangannku buta cahaya. Aku sempat berkali-kali menangis”.
Monday, September 30, 2013
Friday, September 27, 2013
Cahaya dibalik putus asa (bag 1)
Tampaknya semua yang aku saksikan di hari ini sebuah hal
yang tak ku perhitungkan sebelumnya. Aku mulai dengan sebuah langkah baru.
Menapakki bumi mengelilingi lautan diri.
Setitik noda menghiasi lembaran
lama. Semua aku tinggalkan untuk
persiapan hari ini. Setelah berberapa tahun aku tak punya sedikitpun perhiasan.
Akupun membawa diriku pulang ke halaman dunia. Aku rasa hari ini tak perlu ada
yang dikhawatirkan. Sampai sebuah waktu saat langit merah telah menghilang
menutupi rahasia keindahan cahaya mentari. Aku memperkirakan hari itu akan
berjalan sesuai apa yang aku ingini.
Subscribe to:
Posts (Atom)
